SEBANYAK 71 anak akhirnya menerima Sakramen Permandian di Gereja Katedral Atambua, Belu, NTT, Selasa, 9/5/0217.
Acara permandian berlngsung dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Kristianus Fallo Pr, pastor rekan Paroki Katedral Atambua dan dihadiri oleh segenap orangtua dan juga para saksi permandian.
Sehari sebelumnya, Senin, 08/05/2017 telah diadakan pembinaan sebagai persiapan permandian. Dalam arahannya, Rm. Kris Fallo Pr, menekankan beberapa hal dasar bagi para orang ua dan juga para wali baptis sebagai bekal dalam mendampingi anak-anak yang kelak, seletelah dipermandikan.
Itu antara lain tentang:
- Arti Sakramen Baptis
- Pelayan Sakramen Baptis dan cara membaptis
- Syarat-sayarat sahnya pembaptisan
- Peranan wali baptis
- Pemberian nama sesuai ajaran Gereja
Sementara dalam homilinya, Rm. Kris FalloPr mengatakan ada tiga fungsi pembaptisan yakni:
- Dengan menerima Sakramen Baptis, seseorang angkat menjadi anak Allah.
- Dengan menerima Sakramen Baptis, seseorang diterima secara resmi menjadi anggota Gereja.
- Dengan menerima Sakramen Baptis, anak-anak kita dihapuskan dari dosa asal dan diangkat menjadi anak-anak Allah.
Salah satu orangtua yang anaknya baru saja dipermandikan mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur dan berterimakasih karena anak-anak mereka telah menerima Sakramen Permandian. “Kami bersyukur dan berterimakasih karena anak-anak kami hari ini menerima sakramen permandian. Dengan menerima sakramen permandian, kelak mereka dimungkinkan untuk menerima sakramen-sakramen yang lain.”
Perayaan ekaristi yang dilaksanakan pada sore hari ini, berlangsung hampir dua jam ini, dengan dimeriahkan oleh anggota koor dari kelompok Legio Mariae.