
Bacaan 1: Pkh 3:1 – 11
Injil: Luk 9:19 – 22
SAAT saya membawahi bagian operasional tambang, maka salah satu hal yang harus saya perhatikan adalah “life time parts”.
Semuanya harus terukur dan tercatat dengan baik untuk direncanakan pengadaannya serta jadwal penggantiannya. Sehingga dengan demikian kami bisa meminimalkan “unschedule down time” operasional tambang.
Satu jam saja operasional tambang harus berhenti, maka bisa dihitung kerugiannya. Segala sesuatunya pasti ada waktunya, ada saat operasional, ada saatnya rusak dan habis masa serta ada waktu untuk perawatan.
Sehingga harus dijadwalkan dengan baik dan cermat.
Hari ini penulis Kitab Pengkhotbah mengingatkan bahwa segala sesuatu di bawah langit (bumi) ada waktunya. Ini bukan sebuah penilaian moral, tentang hal bagus dan buruk namun menyadari sebuah kenyataan bahwa semua tak terhindarkan.
Ada kelahiran dan kematian; ada waktu menanam dan menuai; ada saat sakit dan disembuhkan; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari, semuanya terjadi di dunia tanpa bisa dicegah dan terjadi begitu saja.
Demikian juga dengan apa yang terjadi pada murid-murid Yesus. Para murid ditantang oleh Tuhan Yesus untuk mampu menjawab pertanyaan paling sulit, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?”.
Jawaban Petrus tentu saja benar, bahwa Ia adalah Mesias dari Allah.
Namun jawaban itu bisa disalahartikan sebagai mesias duniawi seperti apa yang dipikirkan orang banyak, pemimpin yang akan menumpas penjajah Romawi. Maka Tuhan Yesus meminta mereka untuk merahasiakan jawaban tersebut (belum saatnya diviralkan).
Sampai pada waktunya yang tepat, para murid harus belajar dulu apa makna Mesias yang sebenarnya.
Tuhan Yesus menubuatkan tentang perjalanan kisah sengsara yang harus Ia jalani. Waktunya akan tiba, dimana Ia akan menderita, ditolak oleh para pemimpin umat Allah dan dibunuh.
Dan ada saatnya juga, Ia akan dipulihkan, dibangkitkan dari kematian-Nya untuk menerima kemuliaan-Nya.
Pesan hari ini:
Di bumi, segala sesuatu ada masanya. Semuanya berjalan tanpa bisa kita cegah, ada saat senang dan ada pula saat sedih. Ada saatnya Tuhan Yesus berkarya menghadirkan Kerajaan Allah dan ada saatnya Ia harus menjalani kisah sengsara, wafat dan dibangkitkan dari kematian-Nya pada hari ketiga.
Saat pandemi adalah masa paling sulit yang harus dijalani dan tidak bisa dicegah. Namun semuanya akan indah pada waktu, kita hanya diminta mengenakan masker dan menjaga jarak untuk bisa melewatinya.