Bacaan 1: Hak 9:6 – 15
Injil: Mat 20:1 – 16a
SETELAH lulus kuliah, kebanyakan berpikir segera melamar pekerjaan. Sebagian lagi ada yang memilih melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, terutama bagi yang mampu secara ekonomi.
Saat diterima bekerja, betapa sungguh bahagianya momen itu.
Namun bagi yang lama belum mendapatkan pekerjaan, betapa galaunya situasi itu. Sungguh perbandingan bumi dan langit, jika dirasakan.
Melihat teman-temannya bekerja, sementara dirinya sendiri belum ada yang memanggil bekerja.
Tentu sangat tidak menyenangkan mengalaminya.
Saya mencoba merasakan kegalauan pekerja yang dipanggil terakhir (petang hari) oleh tuan dalam bacaan hari ini.
Dari pagi hingga sore, tidak ada yang memanggilnya bekerja, sementara jam kerja sudah akan berakhir. Pasti cemas, galau dan bingung bakal puasa hari itu.
Sementara orang lain, sudah pasti dapat uang.
Majikan yang baik hati itu akhirnya datang juga padanya dan berkata,
“Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.”
Bisa dibayangkan betapa bahagianya saat itu. Dalam istilah sepak bola, ada goal di saat ‘injury time’.
Saat bayaran gaji, orang-orang yang terlebih dahulu dipanggil bekerja, merasakan ada ketidakadilan. Mereka menganggap pekerja yang dipanggil terakhir itu enak-enak saja karena hanya bekerja sebentar namun gaji sama.
Padahal, dialah orang yang paling galau dari semua yang terpanggil kerja.
Majikan yang baik hati adalah gambaran Allah Bapa.
Allah mewahyukan Diri-Nya dalam Yesus Kristus kepada siapa saja yang mau menanggapi-Nya.
Injil memang harus diwartakan terlebih dahulu pertama-tama kepada bangsa Israel. Namun mereka tidak bisa protes atas kebaikan hati Allah untuk mewahyukan Diri-Nya kepada bangsa-bangsa lain.
Demikianlah orang terakhir akan menjadi terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi terakhir.
Kisah Abimelekh mengemukakan cerita tentang anak yang jahat.
Pohon zaitun, ara, dan anggur adalah tanaman khas Palestina yang mahal dan berguna. Namun semak duri adalah tanaman yang sungguh mengganggu, terutama duri-durinya.
Dongeng ini adalah kiasan tentang orang paling buruk dan tidak layak menerima mahkota kerajaan.
Kisah Yotam ini, tentang kutukannya terhadap warga Sikhem dan Abimelekh.
Pesan hari ini
Saat lama menganggur bukan berarti Allah tidak memperhatikanmu, semuanya akan indah pada waktunya. Tuhan memberikan Berkat-Nya bagi semua orang yang mau menanggapi pewahyuan-Nya.
Selalulah bersyukur, sebab Allah adalah “Majikan yang baik hati”.
“Akhir suatu hal, lebih baik dari pada awalnya, panjang sabar lebih baik daripada tinggi hati. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”