Bacaan 1: Hak 11:29 – 39a
Injil: Mat 22:1 – 14
PESTA perkawinan adalah perayaan puncak relasi hubungan dua manusia dalam membangun mahligai rumah tangga.
Sebuah momen yang biasanya dirayakan dengan meriah.
Mempelai pengantin pasti mempersiapkan acara dengan baik dan matang.
Suasana pesta tentu penuh dengan sukacita, terang benderang, makanan berlimpah, hiburan dan tak ada kesedihan di sana.
Berjumpa dengan saudara dan kenalan dengan penampilan yang semarak.
Itulah gambaran Kerajaan Allah yang ingin ditampilkan dalam pesta perkawinan.
Raja dan anaknya, merupakan gambaran dari Allah Bapa dan Yesus.
Mereka yang menanggapi undangan pesta juga tak kalah sibuk, mempersiapkan pakaian pesta yang bersih dan bagus turut menyemarakkan pesta.
Undangan pesta pada akhirnya memang ditawarkan kepada semua orang, setelah tawaran kepada tamu pilihan ditolak.
Demikian juga undangan masuk Kerajaan Allah telah ditawarkan kepada semua bangsa karena bangsa terpilih menolak undangan-Nya.
Mereka telah menolak Mesias, Yesus Kristus, Sang Juru Selamat.
Maka, menerima undangan pesta memang harus bersiap dengan baik. Sebab jika mengenakan pakaian tak pantas akan ditolak masuk ke ruangan pesta.
“Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?”
Saat seseorang tak percaya akan kuasa Tuhan, bisa berakibat fatal.
Yefta bernazar mempersembahkan apa saja yang keluar pertama kali dari pintu rumahnya (saat ia pulang) kepada Tuhan, asal saja ia bisa mengalahkan orang Amon.
Nazar Yefta tersebut, seolah tidak percaya kuasa Tuhan. Tanpa nazar itu, Tuhan pasti akan memberikan orang Amon kepadanya sebab Roh Tuhan ada padanya.
Yefta harus kehilangan anaknya yang tunggal akibat ketidakpercayaannya pada kuasa Allah.
Pesan hari ini
Iman dan hati yang bersih adalah pakaian kita ke pesta. Tanpa hati yang suci kita akan ditolak masuk ke ruang pesta.
Banyak yang menerima undangan, namun hanya sedikit yang layak masuk ke pesta Allah.
Percayalah bahwa Tuhan ada bersamamu dalam setiap langkahmu.
“Jika Roh Allah yang Maha Kuasa bekerja, jangan pernah berkata, ‘Aku tak bisa’. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”