Bijak Seperti Nikodemus

0
52 views
Bijak seperti Nikodemus. (Ist)

Puncta 5 April 2025
Sabtu Prapaskah IV
Sabtu Imam
Yohanes 7: 40-53

KITA kebanyakan pernah mengalami ditolak, dihakimi, difitnah dan dijelek-jelekkan orang. Apalagi kalau menjadi figur publik seperti romo, suster, bahkan uskup pun tidak jarang difitnah dengan keji.

Orang mudah sekali menyebarkan berita bohong, fitnah dan mengadili di media sosial tanpa mencari kebenarannya lebih dahulu. Banyak korban tidak bisa membela diri kalau sudah diadili di medsos.

Kalau hati sudah ditutupi kebencian, iri dan dengki, maka segala sesuatu akan dipandang secara negatif. Medsos lalu menjadi panggung penghakiman. Semua orang merasa berhak menjadi hakim.

Begitulah suasana yang dihadapi oleh Yesus. Dia menjadi bahan pertentangan dan perbantahan banyak orang. Ada yang pro, tetapi juga ada yang kontra, melawan dengan keras. Mereka adalah kaum Farisi dan pemimpin-peminpin bangsa Yahudi, serta para imam kepala.

Mereka mempengaruhi orang banyak, juga para penjaga atau prajurit. Bahkan mereka memakai ayat-ayat Kitab Suci yang menyatakan bahwa Mesias tidak datang dari Galilea.

“Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea. Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.”

Kaum Farisi dan imam-imam kepala itu memprovokasi orang agar menghukum Yesus dan menangkap-Nya sebagai pembuat kerusuhan atau kegaduhan.

Namun di tengah orang banyak, masih ada pribadi dengan pikiran jernih dan jujur. Dialah Nikodemus.

Ia berkata untuk membela Yesus, “Apakah Hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?”

Kalau kita menghadapi kasus seperti ini, sikap manakah yang akan kita pilih? Bertindak seperti kaum Farisi, para imam kepala yang suka menghakimi atau berpikir jernih dan bijaksana seperti Nikodemus?

Pak Tani pagi-pagi sudah pergi ke sawah,
Untuk melihat kesuburan tanaman padi.
Apakah kamu tidak pernah berbuat salah,
Sehinggai kamu merasa berhak mengadili?

Wonogiri, bertindaklah bijaksana, jangan didasari rasa benci
Rm. A. Joko Purwanto, Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here