Bacaan 1: 1Raj 17:7-16
Injil: Mat 5:13-16
SAAT masa kuliah zaman itu (tahun 1980-an) sering penuh dinamika akhir bulan.
Sudah menjadi situasi umum saat akhir bulan, mahasiswa luar kota selalu menantikan kiriman wesel dari orangtua. Situasi macam itu mungkin sudah tidak terjadi lagi sekarang ini.
Saat-saat kritis sering terjadi dimana kiriman wesel bisa saja telat.
Terpaksa main ke rumah teman, hanya sekedar makan dan mengurbankan waktu belajar.
Seorang sahabat saat akhir bulan mengeluh belum makan. Sementara uang di saku ini juga hanya tinggal untuk sekali makan. Merelakan ia makan berarti diri ini tidak makan.
Namun, ia sepertinya lebih membutuhkan makan sedangkan diri ini tidak terlalu masalah untuk sekedar makan. Jadilah sahabat itu makan dari uang terakhir di saku ini.
Nyatanya hal itu tidak membuat diri ini kekurangan makan.
Seorang janda di Sarfat diutus Tuhan untuk memberi makan Nabi Elia. Padahal ia dan anaknya hanya punya sedikit tepung dan minyak sebagai makanan terakhir mereka sebelum merasakan kiamat mereka.
Sarfat adalah suatu tempat yang panas dan kering di daerah Phenicia (Libanon saat ini). Kota ini sudah tidak mengalami musim hujan kurang lebih dua tahun.
Kadang diri ini merasa “sense of humor” Tuhan itu sangat tinggi.
Bagaimana bisa, orang yang kekurangan masih disuruh memberi makan orang lain?
Namun, Tuhan akan melihat kerelaan dan kerendahan hatimu. Tuhan tak segan memberkati orang yang mendahulukan kepentingan orang lain, dengan kelimpahan-Nya.
“…Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”
Demikian janji-Nya kepada janda itu lewat Nabi Elia.
Menurut janda itu, mungkin itulah pemberian terakhirnya pada Elia dan juga anaknya. Namun Tuhan bertindak lain.
Menjadi minoritas bukan berarti tidak bisa berbuat apa-apa.
Sebagai kristiani, kita telah dinubuatkan Tuhan Yesus menjadi berkat bagi orang lain. Menjadi “garam dunia” dan “pelita” dalam kegelapan.
Dalam sebuah masakan, garam jumlahnya sangatlah sedikit.
Demikian juga dalam kegelapan, sebuah pelita kecil sungguh akan menyinari ruang itu. Garam dan pelita memberi sesuatu yang berarti.
“…Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”
Pesan hari ini
Hidup berserah pada Tuhan dan jadilah berkat bagi orang lain.
“Jangan berdoa saat hujan jika kamu tidak berdoa saat matahari bersinar.”