HAMPIR semua orang dikaruniai dua mata. Meski hanya dikaruniai dua mata, manusia dapat melihat dengan pelbagai cara.
- Ada yang melihat dengan penuh belas kasihan (Matius 9: 36).
- Ada pula yang melihat dengan penuh nafsu birahi (Matius 5: 28).
Injil hari ini (Matius 14: 22-36) memberitakan tentang cara para murid memandang Yesus. Melihat dengan dua mata berbeda membuahkan hasil yang tidak sama.
Ketika melihat Yesus berjalan di atas air, mereka ketakutan. Apa hasilnya? Mata ketakutan itu membuat mereka melihat Tuhan tampak sebagai hantu (Matius 14: 26).
Baru setelah Yesus bersabda, “Tenanglah. Akulah ini, jangan takut.” (Matius 14: 27), mereka menjad tenang. Yesus mengajak mereka melihat Dia dalam iman; bukan dalam ketakutan.
Demikian juga Petrus. Mula-mula dia melihat dengan mata keraguan. “Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.” (Matius 14: 28).
Waktu berjalan di atas air mendekati Yesus, Petrus melihat air dan angin dengan mata ketakutan sehingga dia hampir tenggelam (Matius 14: 30).
Yesus mengulurkan tangan-Nya dan mengingatkan Petrus agar melihat dengan mata iman (Matius 14: 31). Tatkala keduanya berada di atas perahu, angin menjadi reda dan semua murid-Nya melihat Yesus dengan mata iman.
Mereka menyembah Dia dan berkata, “Sungguh, Engkau Anak Allah.” (Matius 14: 33).
Itulah hasilnya ketika mereka melihat Yesus dengan mata iman.
Dalam kehidupan ini, banyak orang yang melihat realita dengan mata ketakutan. Sebagian malah dipenuhi kekhawatiran (Matius 6: 27).
Cara melihat seperti itu membuat Tuhan yang hadir secara dekat tampak seperti hantu. Semua serba menakutkan. Namun, mereka yang mampu melihat dengan mata iman mengalami Tuhan sebagai pribadi yang menenangkan dan menyelamatkan.
Selasa, 2 Agustus 2022