KELOMPOK jaringan kerjasama antar tarekat religius se-Provinsi Kalbar kembali menggelar pertemuan bersama.
“Wadah ngobar” alias ngobrol bareng lintas tarekat religius ini diberi nama FKRK (Forum Kerjasama Religius Kalimantan Barat).
Anggota forum ini terdiri dari berbagai Kongregasi, Ordo, Tarekat yang berkarya di Kalimantan Barat.
Anggota FKRK ada dan tersebar di empat keuskupan: Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Sanggau, Keuskupan Sintang, dan Keuskupan Ketapang.
32 tarekat religius
Saat ini tercatat ada 32 jumlah Kongregasi, Ordo, Tarekat yang ada di Kalbar. Terdiri dari:
- 12 tarekat imam;
- 2 tarekat bruder;
- 18 kongregasi suster.
Merekat berkarya di bidang pendidikan, sekolah, asrama dan pembinaan generasi muda, sosial kemanusiaan, pastoral kategorial, dan pastoral parokial.
Adapun maksud dan tujuan dibentuknya FKRK adalah untuk:
- Membina kerjasama yang semakin erat antar tarekat religius.
- Saling meneguhkan dalam hidup dan karya berdasarkan kolegialitas dalam meningkatkan pelayanan bagi Gereja dan masyarakat.
- Berefleksi bersama berdasarkan spiritualitas tarekat masing-masing agar semakin mampu menyesuaikan kehadiran tarekat di tengah ke-bhinnekaan NKRI
FKRK ini biasanya mengemban tugas kepengurusan dalam periode tiga tahun. Setelah masa bakti berakhir, maka kepengurusan akan dipilih kembali.
Badan pengurus FKRK lintas Ordo, Kongregasi religius ini diwakili oleh para Provinsial, Pemimpin Umum Kongregasi atau Ordo yang ada di Kalimantan Barat.
Badan Pengurus FKRK dipilih dalam sidang pleno yang dihadiri oleh perwakilan dari setiap Kongregasi, Ordo, Tarekat.
Bertempat di Rumah Retret St. Fransiskus Assisi Tirta Ria Pontianak, 5 Maret 2022 dilaksanakan kegiatan untuk pemilihan kepengurusan FKRK yang baru.
Berikut beberapa agenda dalam rapat pleno pemilihan pengurus FKRK yang baru yakni:
- Seminar Pendalaman Sinode Keuskupan Agung Pontianak 2021-2023
- Laporan Pertanggungjawaban Program Kerja kepengurusan FKRK:
- Laporan umum FKRK.
- Laporan keuangan FKRK.
- Laporan BPA (Badan Pembina Asrama).
- Laporan KGN (Kursus Gabungan Novis).
- Sidang plen pemilihan pengurus FKRK masa bakti 2022-2025
- Perayaan Ekaristi Penutupan
Dalam pengantar, Ketua FKRK Br. Rafael MTB, menyampaikan bahwa kepengurusan periode 2018-2021 telah berakhir, maka perlu diadakan pemilihan kepengurusan yang baru.
“Sebenarnya sidang pleno pemilihan pengurus baru FKRK sudah direncanakan pada 15 Juni 2021 yang lalu. Namun berhubung pandemi, rencana tersebut terpaksa ditunda dan akhirnya baru bisa dilaksanakan pada 5 Maret 2022.
Bruder Pemimpin Umum Kongregasi Bruder MTB (Maria Tak Bernoda) ini menyampaikan bahwa selama mengemban tugas kepengurusan FKRK (periode 2018-2021) ada beberapa program yang tidak bisa dilaksanakan (vakum) karena pandemi.
“Dua tahun berjalan program-program masih berjalan, namun karena pandemi terpaksa tertunda. Inilah saat yang tepat untuk mengadakan pemilihan kepengurusan FKRK yang baru. Semoga program kerja yang belum terlaksanakan bisa dilanjutkan oleh pengurus yang baru,” harapnya.
Para peserta yang hadir berjumlah 67 terdiri dari para provinsial tarekat, formator, perwakilan tarekat, karya pendidikan, rumah sakit, rumah pembinaan/retret, dan asrama.
Mengingat situasi masih pandemi, Panitia Sidang Pleno FKRK menhimbau kepada seluruh peserta agar wajib mentaati protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan)
Juga demi menjaga keamanan dari penularan virus covid 19, panitia mewajibkan swab antigen untuk seluruh peserta satu jam sebelum kegiatan dimulai.
Petugas swab antigen dari tenaga kesehatan Rumah Sakit St. Antonius Pontianak
Seminar Pendalaman Sinode Keuskupan Agung Pontianak 2021-2023
Guna memberikan kesempatan kepada seluruh umat Allah untuk mengambil keputusan dengan cermat secara bersama tentang bagaimanakah melangkah maju pada jalan menuju sebuah Gereja yang lebih sinodal di masa depan (poin 1 tujuan sinode).
Pengurus FKRK bersama panitia memutuskan perlu diadakan semacam seminar pendalaman Sinode Keuskupan Agung Pontianak 2021-2023.
Panitia mendapuk Pastor Prof. Dr. William Chang, OFMCap sebagai pembicara.
Menurut Vikjen Keuskupan Agung Pontianak dari Ordo Fransiskan Kapusin Pontianak ini, sangatlah penting bagi kita sebagai warga Gereja, khususnya di wilayah Keuskupan Agung Pontianak ini, paham dan menghayati semangat dari sinode dengan tajuk “Persekutuan, Peran Serta, dan Pengutusan” dalam aspek hidup kerohanian dalam suatu konteks hidup sosial, kebudayaan, dan politik.
Poin penting “jantung” dalam sinode tingkat keuskupan ini, kata dia, adalah mendengarkan Allah dengan mendengarkan satu dengan yang lain, yang diilhami oleh Sabda Allah.
Kita saling mendengarkan untuk bisa dengan lebih baik mendengarkan suara Roh Kudus yang berbicara dalam dunia dewasa ini
“Kita harus secara personal menjangkau mereka yang berada di daerah-daerah pinggiran, mereka yang telah meninggalkan Gereja, mereka yang jarang atau tidak pernah menunaikan iman-kepercayaannya, mereka yang dicengkam kemiskinan atau peminggiran, pengungsi, mereka yang disingkirkan, mereka yang tidak bersuara, dll,” demikian ungkapnya.
Sidang Pleno Pemilihan Pengurus FKRK 2022-2025
Setelah menimba semangat sinode dalam seminar, kegiatan pun berlanjut dengan sidang pleno untuk memilih kepengurusan FKRK yang baru.
Dalam sidang itu, Minister Provinsial Kapusin Provinsi Pontianak Pastor Faustus Bagara OFMCap terpilih sebagai ketua FKRK periode 2022-2025.
Berikut ini jajaran badan pengurus FKRK periode 2022-2025 terpilih:
- Ketua: Pastor Faustus Bagara OFMCap.
- Sekretaris: Sr. Yulita Imelda SFIC.
- Bendahara: Br. Rafael MTB.
- Anggota: Sr. Kristina Unau SMFA, Sr. Ignasia OSA, dan Sr. Elisa KFS.
Proficiat kepada pengurus FKRK terpilih periode 2022-2025. Terimakasih disampaikan kepada pengurus FKRK periode 2018-2021.
Kegiatan ini ditutup dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Prof. Dr. William Chang OFMCap selaku selebran utama. Hadir pula di altar konselebran Direktur Rumah Retret Tirta Ria Pontianak Pastor Stephanus Gathot OFMCap dan Minister Provinsial Kapusin Provinsi Pontianak, Pastor Faustus Bagara OFMCap.