Kas Paroki Kosong, Penyelengaraan Ilahi

0
508 views
Ilustrasi

Minggu, 11 Juni 2021

  • Am.7:12-15.
  • Ef.1:3-14.
  • Mrk.6:7-13.

MENJAMIN diri sendiri atau bergantung pada penyelenggaraan ilahi. Dua pilihan sikap hidup yang akan berdampak sangat dalam dan luas atas perjalanan hidup kita.

Kebanyakan kita berusaha menjamin hidup ini dengan aneka barang kebutuhan hidup. Dari yang paling pokok sampai barang pendukung yang jika tidak ada pun kita masih bisa hidup dengan baik.

Tetapi justru banyak orang yang terjebak dan berusaha mengadakan barang-barang itu, dan menjadikan prioritasnya.

Dalam kemuridan kita sebagai pengikut Yesus, Tuhan Yesus meminta kita untuk berjalan dalam kehidupan yang sepenuhnya tergantung pada penyelenggaraan ilahi.

“Pernah saya alami. Betapa kagetnya, ketika serah terima di paroki, kas paroki bisa dikatakan kosong,” kata seorang sahabat.

“Saya bisa saja menyalahkan teman yang saya ganti, Dewan Pastoral maupun tim keuangan paroki. Namun itu tidak akan menjadikan kas paroki langsung ada,” lanjutnya.

“Setelah saya bertemu dengan Dewan Pastoral inti dan tokoh-tokoh umat, barulah saya bisa memahami mengapa kas paroki begitu menyedihkan,” tuturnya.

“Saat itulah saya hanya bisa bersandar pada Tuhan, Dia yang mengutus aku, pasti akan membuka jalan dalam penggembalaan umat di tempat itu,” katanya.

“Saya hanyalah hamba panenan, pemilik dan penanggungjawab panenan adalah sang empunya panenan,” lanjutnya.

“Kondisi yang memprihatinkan ini justru memunculkan bela rasa umat, umat menjadi lebih murah hati, merasa memiliki paroki dan mau berjuang bersama,” kenangnya.

“Umat menjadi antusias dan mau terlibat dalam reksa pastoral,” lanjutnya.

“Tiga tahun kemudian, bukan saja keadaan keuangan yang menjadi lebih baik. Tetapi juga umat semakin terlibat dalam hidup menggereja,” katanya.

“Awal yang baik adalah ketika kami jujur dengan umat soal kondisi paroki lalu mengajak mereka berpikir dan bergerak bersama untuk memperjuangkan supaya paroki tetap berjalan,” lanjutnya.

Penyelenggaraan Ilahi bukan soal menjamin dan memenuhi hidup kita semata tetapi juga dalam menuntun kita melewati aneka kesulitan.

Tuhan membuka jalan hingga umat bisa menjadi subyek dalam membangun kerajaan Allah di dunia ini.

Wajah Tuhan penyelenggara tampak dalam wajah umat yang giat antusias bahu-membahu bersama imamnya.

Wajah Tuhan model manakah yang selama ini saya wartakan di dalam hidup sehari-hari?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here