Kebaikan vs Kejahatan

0
40 views
Yesus vs Iblis
  • Bacaan 1: Keb. 2:1a,12-22
  • Injil: Yoh. 7:1-2,10,25-30

Dalam kehidupan di dunia ini, antara kebaikan dan kejahatan akan terus dijumpai karena secara iman Kristiani demikianlah dikatakan. Bahwa kedua sifat tersebut akan hidup berdampingan. Keduanya akan dipisahkan, saat akhir zaman tiba.

Penulis Kitab Kebijaksanaan mengisahkan bagaimana pertentangan orang-orang fasik (jahat) terhadap orang-orang benar (dan baik). Penulis menggambarkan pikiran orang fasik:

  • Tidak punya harapan hidup bahkan saat mati sudah tahu akan binasa.
  • Perilakunya senantiasa melanggar hukum-Nya.
  • Iri melihat kebaikan orang benar.
  • Iri melihat kesalehan orang benar sebagai anak Allah.
  • Perilakunya selalu bertolak belakang dengan orang benar.
  • Perilakunya (dianggap) najis
  • Ada keinginan “menghabisi” orang benar untuk mencobai, apakah Allah benar-benar mengasihi mereka.

Dalam pikirannya hanya ada kejahatan.

“Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka. Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.”

Demikian kata penulis Kitab Kebijaksanaan.

Sebab, orang benar dan baik selalu dilindungi, dibenarkan dan senantiasa berada dalam kasih serta tuntunan Allah.

Sementara Yohanes Penginjil mengisahkan keirihatian orang-orang Yahudi yang tidak suka dengan kebaikan-kebaikan yang dibuat oleh Tuhan Yesus. Kefasikan mereka telah membutakan iman mereka sehingga tidak mampu memahami misi, kebaikan serta asal-usul Tuhan Yesus.

Mereka hanya tahu bahwa Yesus adalah orang miskin, Anak tukang kayu dari Nazareth.

Tuhan Yesus menyindir mereka:

“Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.

Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.”

Pesan hari ini

Pertarungan antara “Kebaikan Melawan Kejahatan” akan terus berlangsung hingga dunia ini lenyap. Orang fasik terus berusaha mempengaruhi bahkan menghancurkan para pengikut Kristus, anak-anak Allah.

Tetaplah teguh dalam iman menghadapi serangan orang fasik. Beri diri untuk terus dituntun oleh-Nya.

“Jika manusia masih tetap jahat dengan adanya iman Kristus, bagaimana lagi jika tiada iman Kristus?”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here