Bacaan: Ul 6:4-13; Mzm 18:2-4.47.51ab; Mat 17:14-20.
Renungan
MUSA dengan jelas menunjukkan peran kepala keluarga penerusan iman dan tempat dimana iman itu diwariskan yaitu rumah “semuanya itu harus kauajarkan berulang kali kepada anak-anakmu, dan kaubicarakan apabila engkau duduk di rumah, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau terbaring dan bangun…” Selain berkewajiban untuk mengatar, Musa mengungkapkan bahwa perintah itu harus ada di pikiran dan hati orang tua sendiri serta menempatkannya besar di rumah “dan haruslah kauikatkan sebagai tanda pada tanganmu dan kaupasang sebagai lambang pada dahimu. Engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.” Iman Israel berkembang dan diwariskan di tengah-tengah keluarga sebagai pilar utama.
Paus dan juga Katekismus Gereja katolik berulang kali mengungkapkan pentingnya keluarga sebagai tempat pendidikan iman pertama dan utama. Katekis dan guru agama sifatnya lebih kepada pendukung. Tempat pendidikan utama bukanlah gereja karena gereja adalah induk pendidikan iman, bukan juga lingkungan, tetapi keluarga. Pendidikan iman diajarkan melalui komunikasi orang tua anak, keteladanan dan penciptaan suasana religius di dalam keluarga. Jika komunikasi macet, keteladanan tidak didapat dan suasana religius absen dari rumah, maka pendidikan iman itu kurang terjamin. Beberapa anak kemudian mencari pendidikan iman melalui aktifitas gereja dan komunitas; tetapi beberapa mengalami kelunturan di dalam iman. Setidaknya ada 7 kebiasaan dasar: berdoa bersama, pergi ke gereja, mengumpulkan bantuan bagi mereka yang berkekurangan, menempatkan gambar-simbol suci di rumah, mengaku dosa secara rutin, menggunakan media katolik, dan menggunakan hari-hari suci untuk berkumpul bersama keluarga.
Kontemplasi
Gambarkan bagaimana Musa menegaskan peran penerusan iman oleh kepala keluarga di dalam rumah/keluarga.
Refleksi
Bagaimana keluarga dan rumahku menjadi sarana penerusan iman? Kebiasaan-kebiasan iman apa yang harus ada di dalam keluarga?
Doa
Ya Bapa, semoga keluargaku benar-benar menjadi sekolah iman yang pertama dan utama. Amin.
Perutusan
Aku mengusahakan 7 kebiasaan keluarga katolik di dalam keluargaku (Morist MSF)
Kredit foto: Ilustrasi (Ist)