UNTUK apa manusia diciptakan? Untuk hidup. Ketika TUHAN Allah membentuk manusia, Dia menghembuskan nafas hidup (bdk. Kej 2: 7). Allah menghendaki agar manusia tetap hidup; hidup untuk selamanya (abadi).
Dalam menjalani hidupnya, manusia menghadapi pelbagai ancaman. Yang paling berat adalah kematian. Penyebab utamanya, karena manusia lapar dan haus. Manusia hanya bertahan hidup bila makan dan minum.
Lapar dan haus akan kebutuhan hidup duniawi bisa manusia penuhi sendiri. Mereka bekerja, mencari nafkah sehari-hari. Tetapi, lapar dan haus akan hidup abadi hanyalah dapat dipuaskan dengan rejeki ilahi.
Tuhan Allah telah memberikannya dalam diri Yesus Kristus. Karena itu, Tuhan Yesus bersabda, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yoh 6: 35)
Datang, melihat, dan percaya kepada-Nya membuat orang akan tetap hidup (bdk Yoh 6: 40). Betapa pentingnya manusia menyantap rejeki itu.
Jelas, bahwa yang manusia perlukan bukan hanya makanan-minuman duniawi, melainkan juga nutrisi surgawi. Inilah yang diberikan oleh Yesus.
Wujudnya adalah Diri-Nya sendiri, karena Dialah roti hidup yang turun dari surga (bdk Yoh 6: 38).
Ketika dalam perjalanan merasa lapar dan haus, orang bisa mampir di restoran untuk makan dan minum. Niscaya tubuhnya akan segar kembali.
Tatkala merasa lapar dan haus secara rohani, orang perlu datang kepada Yesus. Dia akan memberikan makanan-minuman ilahi. Itulah nutrisi yang amat diperlukannya untuk mencapai hidup abadi.
Rabu, 4 Mei 2022