Mengungkapkan Iman

0
348 views
Tiga Tamu Abraham

Bacaan 1: Kej 18:1-15

Injil: Mat 8:5-17

Iman adalah tanggapan manusia terhadap pewahyuan Allah yang tidak kelihatan namun bisa dirasakan kehadiran-Nya. Iman juga bersifat abstrak (tidak berwujud atau tidak berbentuk) karena ia ada di hati. Isi hati hanyalah Allah yang tahu dan kemungkinan orang itu sendiri.

Kisah Perwira di Kapernaum itu sesuatu yang langka terjadi.

Ia kemungkinannya adalah seorang Romawi yang ditempatkan di Kapernaum. Sebagai orang Romawi, jelas ia tidak mengenal Allah. Dari berbagai cerita yang didengarnya, ia sangat yakin bahwa Yesus mampu menyembuhkan hambanya.

Ada dua hal yang bisa dilihat dalam diri sang perwira ini:

  • Kerendahan hati (mau mengurusi hambanya yang sakit).
  • Menempatkan Tuhan Yesus pada tempat yang penuh wibawa.

Bukan sesuatu yang mudah bagi seorang perwira mau mengurusi hambanya yang sakit. Biasanya perwira tidak mau melakukan hal itu, justru dialah yang harus dilayani hambanya. Kerendahan hatinya inilah yang mampu membawanya pada iman yang tingkatannya sangat dalam bahkan dipuji oleh Tuhan Yesus.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.”

Sikap kerendahan hatinya juga nampak saat ia tidak mengizinkan Tuhan Yesus datang ke rumahnya. Sebagai orang asing yang dianggap tidak mengenal Allah, adalah sesuatu yang tabu bagi seorang Yahudi berkunjung ke rumahnya.

Perwira itu hanya meminta Tuhan Yesus bersabda saja. Dan Tuhan meresponnya dengan sangat positif.

Respon positif juga dilakukan oleh “Ketiga Orang Tamu” Abraham.

Lagi-lagi sikap kerendahan hati ditunjukkan dalam kisah ini. Oleh kerendahan hatinya, Abraham mengungkapkan imannya bahwa “Ketiga Orang” ini bukanlah “Orang sembarangan”. Abraham menempatkan “Mereka” di tempat yang terhormat.

Mereka yang tidak dikenal Abraham, dijamu secara  istimewa dan diminta beristirahat di kemahnya.

Berdasarkan Kitab Suci (Kej 18:1), “Tamu” tersebut adalah Allah dan dua malaikat-Nya. Allah ingin mengkonfirmasi janji-Nya bahwa disaat yang sama pada tahun berikutnya, Sara istri Abraham akan melahirkan seorang laki-laki.

Pesan hari ini

Tanpa kerendahan hati, seseorang tak akan mampu mengungkapkan imannya sebagai tanggapan atas pewahyuan Allah kepadanya.

Tanggapan positif manusia terhadap Allah selalu membawa berkat baik bagi dirinya juga orang lain.

“Jadilah dirimu sendiri, yang unik, jujur, rendah hati, dan penuh sukacita.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here