NABI Elia disuruh Tuhan untuk mengingatkan Ahab. Perbuatan Ahab dinilai melanggar dan melukai hati Allah. Maka Elia diminta mewakili Allah untuk mengingatkan dan mempertobatkan Ahab.
Begitulah tugas utusan Allah. Ia menjadi corong Allah. Kita sering merasa sungkan untuk mengingatkan. Kita takut nanti menyakiti orang. Kita tidak berani mengingatkan orang, takut tersinggung. Maka tidak heran kita membiarkan penyelewengan berlangsung. Kita pura-pura tutup mata terhadap kejahatan.
Korupsi merajalela, karena kita abai. Sikap abai, cuek, takut menyinggung seperti itu yang justru menyuburkan kejahatan. Kita diajak meneladan Elia yang berani mengingatkan raja.
Suara kenabian itu ditaruh Allah di dalam hati kita. Mari kita bertindak menjadi nabi-nabi di jaman now. Mari kita tidak diam, cuek, abai bila terjadi ketidakadilan di sekitar kita. Memang resiko menjadi nabi itu besar, dikucilkan, tidak disukai, disingkirkan bahkan diancam dimusnahkan.
Namun Yesus mengajak kita, “Hendaklah kalian sempurna, sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.”
Selamat merenungkan. Piala dunia masih berlangsung. Siapa favoritmu?