RAHMAT pertobatan terjadi bukan disaat orang dihakimi, tetapi justru saat dikasihi.
Itulah dialami oleh seorang perempuan yang terkenal sebagai orang berdosa. Perempuan itu tidak peduli dengan penilaian orang Farisi.
Sekalipun ia dihakimi sebagai pendosa, ia tidak malu. Ia datang kepada Yesus. Ia menangis dan membasahi kaki Yesus dengan air matanya. Bahkan ia menyeka kaki Yesus yang basah karena air matanya itu dengan rambutnya.
Tidak hanya itu, ia juga mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi.
Bersimpuh, menangis di kaki Yesus adalah ungkapan pertobatan. Ia sungguh merasa dirinya kecil di hadapan Tuhan. Sikap wanita ini memperoleh rahmat pengampunan dari Allah. “Dosanya yang banyak telah diampuni.”
Yesus tidak hanya mengampuni, tetapi perempuan itu juga diberkati ,”imanmu telah menyelamatkanmu. Pergilah dengan selamat.”
Di hadapan Yesus perempuan yg berdosa ini sungguh merasakan dan menemukan kasih. Dan karena kasih itulah yg membuat dia bertobat.
Kita adalah orang yg berdosa. Kita membutuhkan belas kasih Allah. Maka mari kita datang kepada-Nya, mohon rahmat pengampunan dari-Nya; karena kita yakin bahwa Allah kita bukanlah Allah yg menghakimi dan menghukum tetapi Allah yg penuh kerahiman dan belas kasih.
Kita yakin yang mengubah kita menjadi baik bukanlah penghakiman tetapi belas kasih. Tuhan memberkati usaha pertobatan kita.@diopr.