
Bacaan 1: 1Yoh 5:14-21
Injil: Yoh 3:22-30
SETIAP orang pasti punya teman, namun belum tentu miliki sahabat. Seseorang yang tadinya berkompetisi atau bahkan bermusuhan bisa saja berubah menjadi sahabat.
Kuncinya adalah kasih atau cinta yang mampu merubah kebencian menjadi kasih.
Sahabat senantiasa ada saat senang maupun sedih. Menerima orang lain apa adanya tanpa memandang fisik dan lainnya. Tak hanya memuji, namun juga tak segan mengkritikmu.
Seorang pelari muda, Ariana Luterman melakukan hal menyentuh pada kompetisi Dallas Marathon pada bulan Desember 2017 silam.
Saat pesaingnya tiba-tiba cidera menjelang finish, Ariana justru menjemputnya lalu membantunya mencapai finish dan mendorongnya finish duluan agar dia juara.
Kompetisi tak membuatnya egois, namun justru menumbuhkan cinta kasih.
Yohanes Pembaptis tak merasa harus berkompetisi dengan Tuhan Yesus. Murid-muridnya mencoba memanas-manasinya dengan menceritakan bahwa Yesus juga membaptis seperti Yohanes. Namun ia tidak terpancing.
“Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan… Ia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.”
Namun dijawab oleh Yohanes:
“…tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”
Kebesaran hati Yohanes memberi teladan bagiku. Ia turut bahagia mendengar Yesus membaptis.
Seorang sahabat juga layaknya saudara yang tak akan membiarkannya menderita. Saat saudaranya berdosa ringan, maka ia wajib mendoakannya agar mendapat pengampunan.
Seorang Kristiani mengenal “Yang Benar” dan ada di dalam-Nya, yaitu Anak-Nya Yesus Kristus.
Dunia selalu menawarkan berhala untuk dipuja, namun seorang Kristen janganlah terpedaya.
Pesan hari ini
Apakah kamu memiliki sahabat sejati?
Seorang sahabat akan bersukacita saat melihat sahabatnya berhasil, maju dan bahagia. Namun ia juga sedih saat sahabatnya sedang bersedih.
Tuhan tentu akan memberi kekuatan untuk belajar berbesar hati seperti Yohanes Pembaptis.
“Persahabatan tidak perlu saling mengerti. Sahabat akan menerima hal yang tak bisa dimengerti. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”