Tidak Harus Membayar

0
235 views
Ilustrasi by Teleread

DALAM relasinya dengan sesama, manusia kerap membawa kepentingan pribadinya. Dunia politik dan perdagangan paling jelas diwarnai dengan itu. Di sana orang sulit menemukan pemberian yang tulus (generosity).

Politik itu dunia penuh kepentingan. Di sana tidak ada kawan atau lawan. Yang ada itu kepentingan abadi. Dalam berdagang pun prinsip mendapat keuntungan untuk diri sendiri kerap menjadi motivasi utama.

Dalam Injil hari ini (Lukas 14: 12-14), Yesus mengajarkan tentang relasi yang tulus, bebas dari kepentingan diri sendiri. Jika orang mengadakan pesta hendaknya tidak mengundang sahabat, saudara, kaum keluarga, atau tetangga yang kaya, karena mereka akan membalas dengan balik mengundang (Lukas 14: 12). Dengan demikian orang sudah mendapat balasannya.

Tetapi, hendaknya mengundang orang miskin, cacat, lumpuh, dan buta yang tidak akan bisa mengundang (Lukas 14: 13). Mengapa? Karena mereka tidak dapat membalas. Balasannya akan diberikan oleh Tuhan pada hari kebangitan orang benar (Lukas 14:14).

Ajaran ini mengingatkan kita akan ajaran pokok (cinta kasih).

Pertama, tentang cinta kasih sejati. Ciri utamanya ialah memberikan tanpa mengharapkan balasan. Menolong dan berbuat baik kepada sesama dengan mengharapkan balasan itu ciri tindakan orang yang tidak mengenal Allah (Matius 5: 46). Sedang mengasihi secara tulus menjadi jalan menuju hidup sempurna (Matius 5: 48).

Kedua, kasih sejati mengalir dari semangat korban salib yang dirayakan dalam ekaristi. Di sana Tuhan Yesus mewujudkan kasih-Nya yang amat tulus kepada manusia. Dia mengasihi umat manusia, terutama yang berdosa dan tidak mampu membalas kasih-Nya.

Memang, perbuatan baik kepada sesama sulit dilepaskan dari kepentingan pribadi. Bahkan nyaris tidak mungkin. Namun, orang diajak untuk tidak mencari keuntungan lewat aktivitasnya membantu sesama; apalagi memanipulasi sesama lewat perbuatan baik.

Sebagaimana cinta kasih Tuhan kepada kita diberikan secara cuma-cuma, hendaknya kita mengasihi sesama dengan semangat yang sama. Mereka yang sanggup melakukannya sudah nyaris seperti Tuhan yang berbagi kasih kepada manusia yang tidak harus membayar.

Senin, 31 Oktober 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here