Hari Anak Misioner Sedunia 5 Januari 2025
Peziarah harapan dari hati ke hati
SELAMAT Hari Natal. Selamat memperbarui komitmen kesetiaan kita kepada Allah, yang telah terlebih dahulu setia menemani peziarahan kita di dunia ini.
Bagaimana pengalaman Natal kita tahun ini? Tentu kita sadari bahwa tokoh utama di Hari Natal tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Anak-anak tumpuan dan harapan
Kisah kelahiran di Betlehem selalu diwarnai dengan Yesus sebagai tokoh utama, Maria dan Yusuf, para malaikat, para penggembala dan tiga raja. Di balik kelap kelip lampu Natal yang menerangi keheningan di Betlehem, semoga ada pengalaman berkesan yang kita semua alami.
Mari kita tidak melupakan peran anak-anak sebagai pembawa damai. Merekalah tumpuan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Hati yang siap dibentuk
Kehidupan anak-anak dan remaja sangat dekat dengan Tuhan dan dekat dengan orangtua, yang meneruskan kehidupan itu kepada mereka. Di dalam diri mereka, terdapat hati yang sangat mencintai, yang sangat rentan dan siap untuk dibentuk.
Misteri hati suci Tuhan yang direfleksikan oleh Gereja, terpantul juga dalam hati anak dan remaja yang sedang berproses dan berjalan mengikuti suara panggilan Tuhan. “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku,… sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” (Mat. 10:14).
Paus Fransiskus: “Dimulai dari hati”
Paus Fransiskus juga mengingatkan dalam ensiklik, bahwa hati itulah “yang menyatukan retakan-retakan” dan memungkinkan “ikatan otentik apa pun menjadi mungkin, karena hubungan yang tidak dibangun dengan hati tidak mampu mengatasi fragmentasi individualisme” (DN 17).
Dan dunia bisa berubah “dimulai dari hati” (DN 28).
Tema Hari Anak Misioner 2025
Itulah sebabnya, tema Hari Anak Misioner kita pada tahun ini bertema “Anak misioner: Peziarah harapan dari hati ke hati”.
Sumber: Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia.