Home BERITA Bukan Sekadar Kata, namun Tindakan Nyata

Bukan Sekadar Kata, namun Tindakan Nyata

0
Kata-katamu adalah Kualitas Dirimu

Kamis, 3 April 2025

Kel. 32:7-14
Mzm. 106:19-20.21-22.23
Yoh 5:31-47

“SERING kali kita mendengar khotbah yang indah dari para imam, penuh dengan kebijaksanaan dan nilai-nilai iman yang mendalam,” kata seorang sahabat.

“Namun, jika ditanya setelah beberapa waktu, banyak dari kita mungkin tidak lagi mengingat dengan jelas isi khotbah tersebut. Sebaliknya, ada sesuatu yang tetap terpatri dalam ingatan kita, yakni, bagaimana imam itu bertindak ketika hadir di tengah umat.

Ketika seorang imam mengunjungi rumah kita, cara ia menyapa, mendengarkan keluh kesah, menunjukkan kepedulian, dan memberikan kehangatan dalam setiap pertemuan itulah yang membekas di hati.

Kita lebih mudah mengingat senyum yang tulus, genggaman tangan yang penuh kasih, atau doa yang dipanjatkan dengan kesungguhan dibandingkan kata-kata yang pernah diucapkannya di mimbar,” ujar sahabatku itu.

Ungakapan sahabat itu, mengingatkan kita akan teladan Yesus Kristus sendiri. Ia bukan hanya seorang guru yang berbicara tentang kebaikan dan kasih, tetapi Ia hidup dalam tindakan nyata.

Ia menyentuh orang sakit, duduk bersama para pendosa, mengangkat yang lemah, dan memberikan diri-Nya secara total.

Kekuatan kesaksian Yesus tidak hanya terletak pada ajaran-Nya, tetapi terutama pada cara Ia menjalani hidup-Nya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian, “Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya.

Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku.”

Perkataan ini menegaskan bahwa kesaksian yang sejati bukan hanya berasal dari kata-kata, tetapi juga dari tindakan nyata. Yesus tidak hanya mengajarkan firman, tetapi Ia hidup di dalamnya.

Pekerjaan yang diberikan Bapa kepada-Nya; menyembuhkan orang sakit, memberi makan yang lapar, membangkitkan yang mati, dan pada akhirnya menyerahkan diri-Nya di kayu salib, itulah yang menjadi bukti bahwa Ia adalah Putera Allah yang diutus ke dunia.

Kita pun dipanggil untuk memberikan kesaksian bukan hanya melalui perkataan, tetapi terutama melalui perbuatan kita. Dunia mungkin tidak selalu mendengarkan kata-kata kita, tetapi dunia akan selalu melihat bagaimana kita bertindak.

Kasih, kejujuran, kesabaran, dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari adalah bukti nyata dari iman yang kita hayati.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah pekerjaanku menjadi kesaksian bagi Tuhan?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version