Home BERITA DPR RI Gelar Dialog Antaragama Bersama Perwakilan Parlemen 16 Negara

DPR RI Gelar Dialog Antaragama Bersama Perwakilan Parlemen 16 Negara

0

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar dialog antaragama, “Parliamentary Event on Interfaith Dialogue”, yang diikuti oleh peserta dari 17 negara dari berbagai kawasan, termasuk Indonesia di Nusa Dua, Bali, Kamis.

“Dalam forum ini akan dibahas mengenai sejumlah hal yang bermanfaat bagi pembangunan kerja sama antara anggota parlemen dan diharapkan dapat membawa pengaruh bagi perkembangan di bidang sosial kemasyarakatan, baik di tingkat regional maupun internasional,” kata Ketua DPR RI Marzuki Alie di Bali, Kamis.

Penyelenggaraan forum tersebut digelar karena didasari oleh keingingan masyarakat internasional untuk hidup harmonis dan damai di tengah perbedaan keyakinan dan agama.

Sejumlah hal penting yang akan dibicarakan dalam dialog tersebut, salah satunya mengenai solusi adaptif untuk menanggapi beragamnya identitas baru yang lahir dari berbagai keyakinan agama dan budaya.

Selain itu, para anggota parlemen di dunia akan membahas mengenai konflik keberagaman sosial di negara yang sedang membangun demokrasi atau dalam tahap transisi demokrasi.

“Sumber tersebut tidak saja berasal dari dalam negeri bagi negara-negara yang sedang mengembangkan demokrasinya, tetapi juga muncul dari negara demokrasi yang sudah maju,” paparnya.

Dialog antaragama di tingkat parlementer diperlukan untuk memberikan kontribusi bagi sejumlah konflik keagamaan dan kebudayaan di tingkat internasional.

Peserta forum dialog tersebut berasal dari perwakilan parlemen 16 negara, yaitu Australia, Austria, Bosnia Herzegovina, Brunei Darussalam, Kamboja, Republik Chad, Mesir, Laos, Moroko, Rusia, Arab Saudi, Thailand, Tunisia, Turki dan Uganda.

Selain anggota parlemen, forum tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari 12 organisasi keagamaan internasional dan nasional, antara lain Persatuan Parlemen OKI (PUIC), Liga Muslim Dunia (World Muslim League), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version