Rabu. Minggu IV Prapaskah, Hari Biasa (U)
- Yes. 49:8-15
- Mzm. 145:8-9.13cd-14.17-18
- Yoh. 5:17-30
Lectio
17 Namun, Ia berkata kepada mereka, “Bapa-Ku bekerja sampai saat ini, dan Aku pun bekerja.” 18 Sebab itu, para pemuka Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Yesus melanggar peraturan Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
19 Lalu Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu: Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya. Sebab, apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
20 Sebab, Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. 21 Sebab, sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa yang dikehendaki-Nya.
22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, 23 supaya semua orang akan menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa yang tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.
24 Sesungguhnya Aku mengatakan kepadamu: Siapa saja yang mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup kekal, dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari maut ke dalam hidup. 25 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah dan mereka yang mendengar-Nya, akan hidup.
26 Sebab, sama seperti Bapa mempunyai hidup di dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup di dalam diri-Nya sendiri. 27 Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
28 Janganlah heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba bahwa semua orang yang ada di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
30 Aku tidak dapat berbuat apa pun dari diri-Ku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”
Meditatio-Exegese
Pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau
Melalui naskah deutero Yesaya, kitab Yesaya kedua, dinyatakan harapan akan masa depan yang cerah di Sion setelah pembuangan Babel (586-538 SM). Sion yang senyap dan gersang dipulihkan.
Allah menyelamatkan, menolong dan mendidik tiap pribadi untuk taat pada-nya. Ia tak hanya menetapkan perjanjian dengan mereka yang taat pada-Nya, tetapi juga membangun bumi yang telah rusak dan membagikan tanah pusaka yang sepi kepada orang-orang tawan.
“Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia padang gembalaan. Mereka tidak menjadi lapar atau haus; panas menyengat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.” (Yes. 49:9-10).
Ia juga menjanjikan Sion akan menjadi tempat yang damai dan menaungi seluruh penjuru. Orang akan datang ke tempat damai sejahtera, termasuk dari tanah Sinim, yang sekarang dikenal sebagai wilayah Aswan di Mesir bagian selatan (Yes. 49:12).
Sang nabi juga menyingkapkan wajah Allah yang berbelas kasih seperti seorang ibu. Ia tidak akan melupakan anak yang dikandungnya. Bahkan, setiap nama dituliskan di telapak tangan-Nya (bdk. Yes. 44:5).
Sabda-Nya (Yes. 49:15), “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya dan tidak menyayangi anak dari kandungannya? Kalaupun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.”, Numquid oblivisci potest mulier infantem suum ut non misereatur filio uteri sui? Et si illa oblita fuerit ego tamen non obliviscar tui.
Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga
Yesus dituduh melanggar hukum Sabat oleh kaum Farisi dan pemimpin agama di Yesusalem. Orang Yahudi mengira bahwa pada hari Sabat tidak ada pekerjaan yang harus dikerjakan, karena enam hari Allah menciptakan dunia dan berhenti bekerja pada hari ketujuh (Kel. 20:8-11).
Yesus menanggapi dengan bersabda, “Bapa-Ku bekerja sampai saat ini, dan Aku pun bekerja.” (Yoh. 5:17). Karena itulah, Yesus juga bekerja, bahkan pada Hari Sabat.
Bagi Yesus, karya penciptaan belum selesai. Allah terus bekerja, tanpa henti, siang dan malam. Ia menyeleggarakan hidup seluruh kehidupan.
Yesus bekerja bersama Allah meneruskan karya penciptaan, agar setiap makhluk suatu saat nanti dapat memasuki hidup kekal seperti dijanjikan-Nya. Menanggapi sabda-Nya, kaum Farisi dan pemimpin agama Yahudi marah dan berusaha membunuh-Nya.
Apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak
Salah satu tema pokok dalam Injil Yohanes adalah Yesus mengerjakan perintah Bapa. Kepada para murid, Ia bersabda (Yoh. 4:34), “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”, Meus cibus est, ut faciam voluntatem eius, qui misit me, et ut perficiam opus eius.
Maka, pekerjaan atau perkataan-Nya selalu berasal dari Bapa (bdk. Yoh 3:34; 8:26; 12:49). Bapa menunjukkan apa yang dilakukan-Nya: “Sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa yang dikehendaki-Nya.” (Yoh. 5:21).
Yesus menyadari bahwa apa yang dilakukan selalu merupakan kehendak Bapa-Nya. Maka, Ia menyingkapkan (Yoh. 10:30), “Aku dan Bapa adalah satu.”, Ego et Pater unum sumus.
Maka, Yesus memberi tanda, semeion, melalui membangkitkan anak pegawai istana Herodes Antipas di Kapenaum (Yoh. 4:46-54); dan Ia memulihkan hidup orang lumpuh di kolam Betesda (Yoh. 5:1-18).
Tentang kebangkitan orang mati, Gereja mengajarkan, “Yesus menghubungkan iman akan kebangkitan itu dengan pribadi-Nya, “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yoh 11:25). Pada hari kiamat Yesus sendiri akan membangkitkan mereka, yang percaya kepada-Nya (bdk. Yoh 5:24-25; 6:40); yang telah makan tubuh-Nya dan minum darah-Nya (bdk. Yoh. 6:54).
Dalam kehidupan-Nya di dunia ini Yesus telah memberikan tanda dan jaminan untuk itu, waktu Ia membangkitkan beberapa orang mati (bdk. Mrk. 5:21-42; Luk. 7:11-17; Yoh. 11). Dan dengan demikian mengumumkan kebangkitan-Nya sendiri, tetapi yang termasuk dalam tatanan yang lain.
Kejadian yang sangat khusus ini Ia bicarakan sebagai “tanda nabi Yunus” (Mat 12:39), tanda kanisah (bdk. Yoh. 2:19-22). Ia mengumumkan bahwa Ia akan dibunuh, tetapi akan bangkit lagi pada hari ketiga (bdk. Mrk. 10:34).” (Katekismus Gereja Katolik, 994).
Bapa menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak
Bapa-Nya juga menyerahkan penghakiman kepada Sang Anak. Penghakimannya bermakna, “Allah memberi keadilan kepada orang benar.” (bdk. Ul. 32:36; Mzm. 31:2).
Orang-orang yang dapat bertahan dalam pengadilan-Nya adalah mereka yang menghormati Anak, karena sama seperti mereka menghormati Bapa (Yoh. 5:23), yang mendengarkan perkataan-Nya dan percaya kepada Dia yang mengutus Yesus (Yoh. 5:24). Yang tidak menghormati Anak dan yang mendengar perkataan-Nya tetapi tidak percaya sudah menerima penghukuman.
Tentang pengadilan ini, Gereja mengajarkan, “Kristus adalah Tuhan kehidupan abadi. Sebagai Penebus dunia, Kristus mempunyai hak penuh untuk mengadili pekerjaan dan hati manusia secara definitif. Ia telah ‘mendapatkan’ hak ini oleh kematian-Nya di salib.
Karena itu, Bapa “telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak.” (Yoh 5:22). Akan tetapi, Putera tidak datang untuk mengadili, tetapi untuk menyelamatkan dan untuk memberikan kehidupan yang ada pada-Nya.
Barang siapa menolak rahmat dalam kehidupan ini, telah mengadili dirinya sendiri. Setiap orang menerima ganjaran atau menderita kerugian sesuai dengan pekerjaannya; ia malahan dapat mengadili dirinya sendiri untuk keabadian, kalau ia tidak mau tahu tentang cinta.” (Katekismus Gereja Katolik, 679).
Katekese
Perubahan yang sangat indah. Santo Augustinus, Uskup dari Hippo, 354-430:
“Bila Sang Sabda tidak menjelma menjadi manusia, Ia pasti tidak akan mati untuk kita. Hanya dengan cara penjelmaan itulah Allah yang tak dapat mati dapat mati dan menganugerahkan hidup kepada manusia yang dapat mati.
Maka dengan mengenakan dua kodrat ini, Ia mengubah hidup dengan sangat indah. Kodrat kita menyebabkan kematian mungkin bagi-Nya, dan Ia menyebabkan hidup dapat dianugerahkan kepada kita.” (Sermon 218c,1)
Oratio-Missio
Tuhan, satukanlah hatiku dengan hati-Mu, kehendakku dengan kehendak-Mu, agar aku hanya mencari dan menghendaki apa yang menyenangkan hati-Mu. Amin.
- Apa yang perlu aku siapkan untuk menyongsong pengadilan-Nya?
Non possum ego a meipso facere quidquam; sicut audio, iudico, et iudicium meum iustum est, quia non quaero voluntatem meam, sed voluntatem eius, qui misit me – Ioannem 5:30