Home BERITA Natalan Bersama di Lapas Kelas IIA Pontianak, Uskup Mgr. Agustinus Agus Tegaskan...

Natalan Bersama di Lapas Kelas IIA Pontianak, Uskup Mgr. Agustinus Agus Tegaskan Sapaan dan Kehadiran Sungguh Penting

0
Uskup Mgr. Agustinus Agus ikut sapa warga binaan non kristiani saat berlangsung Natalan Bersama di Lapas Kelas IIA Pontianak. (Samuel Bjp/Komsos Keuskupan Agung Pontianak)

DUA hari sebelum penghujung akhir tahun 2022 berakhir -tepatnya hari Jumat, 30 Desember 2022- Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus melakukan safari ketiga kalinya di lingkungan warga binaan lapas Pontianak.

Selain melakukan Perayaan Natal dengan ekaristi di lapas, Uskup Mgr. Agus juga menyapa warga binaan lainnya yang non kristiani. Langkah baik ini sungguh diapresiasi oleh Kalapas Kelas IIA Pontianak yang baru: Julianto Budhi Prasetyono.

Ia mengaku selama ini sering mendengar Uskup Keuskupan Agung Pontianak selalu mengunjungi lapas. Guna menguatkan mental warga binaan dan itu dilakukan antara lain dengan menggelar Perayaan Natal bagi warna binaan kristiani.

Karenanya, Julianto sungguh mengucapkan terimakasihnya pada Uskup Agustinus atas peran mulianya.

“Terimakasih banyak Pastor, karena selalu memberi peneguhan kepada warga binaan di sini. Terimakasih banyak untuk pelayanan mulianya selama ini,” kata Julianto Budhi Prasetyono.

Dalam obrolan singkatnya dengan Kalapas Julianto, Uskup Agustinus menegaskan pentingnya kita selalu memberi perhatian kepada warga binaan. Karena mereka akan selalu menanggung “beban sejarah” dan perasaan pasca bebas dari masa tahanan.

Menurut Uskup Agustinus, memang tidak banyak yang bisa diberikan kepada warga binaan. Yang penting, kata dia, kehadiran itulah yang sebenarnya memberikan nilai berbeda. Dan itu terjadi dalam Perayaan Natal Bersama.

Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus berdialog akrab bersama Kalapas Kelas IIA Pontianak: Julianto Budhi Prasetyono. (Samuel Bjp/Komsos Keuskupan Agung Pontianak)

Inti Natal, Tuhan mencintai kita

Saya tidak punya apa-apa yang bisa diberikan kepada mereka. Hanya kehadiran yang bisa saya persembahkan untuk kalian di lapas ini,” kata Uskup Agustinus menyapa 146 warga binaan kristiani; di antaranya 86 Katolik. 

Uskup Agustinus mengungkapkan, Natal merupakan tanda mulianya martabat manusia sehingga Tuhan sendiri berkenan menyapa kita semua.

Di dalam Gereja Oikumene Lapas IIA Pontianak, Uskup Agustinus menceritakan kecintaannya kepada anak-anak. Itu dialaminya ketika menggelar Misa Natal bersama anak-anak di Gereja Katedral Pontianak tanggal 26 Desember 2022 lalu yang dihadiri 500-an anak.

Uskup Agustinus juga berbagi kisah tentang perhatiannya kepada masyarakat non kristiani. Itu terjadi di dalam acara Open House Keuskupan tanggal 26-27 Desember 2022. Berlanjut pada acara Natalan yang baru akan terjadi di panti asuhan tanggal 2 Januari 2023 besok.

Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus menggelar Perayaan Ekaristi bersama warga binaan Katolik di Gereja Oikumene Lapas Kelas IIA Pontianak. (Samuel Bjp/Komsos Keuskupan Agung Pontianak)

Uskup Agustinus menegaskan, Gereja harus bertindak demikian. Gereja tidak bisa berdiri sendiri. Karenanya, Gereja bersama semua pihak harus berjalan bersama. Demi mewujudkan perdamaian sejati.

“Cerita ini adalah simbol. Dalam simbol tiga orang majus itu terungkap adanya ‘roh’ yang mendorong mereka untuk pulang melalui ‘jalan lain’. Karena di sana ada keselamatan. Mereka datang dan kemudian pulang bersama-sama untuk dan mencari jalan kebenaran secara bersama,” kata Uskup Mgr. Agustinus Agus.

Jangan berjalan sendiri

Petugas Lapas IIA Pontianak, Natalis Kuwin (29) menyampaikan, saat ini terdapat 1.056 warga binaan dan 146 di antaranya adalah kristiani dan 86 dari mereka adalah umat Katolik.

Menurut dia, pelayanan iman seperti Natalan Bersama ini sungguh amat dirindukan oleh semua warga binaan. Karena, yang mereka butuhkan saat ini adalah sapaan; bukan sekadar ingin menerima hadiah. “Kehadiran dan sapaan kasih itulah hadiah penting yang mereka inginkan,” kata petugas lapas yang baru lima tahun bekerja di lembaga ini.

Berkat sebagai tanda kehadiran yang menyejukkan jiwa dari gembala kepada umatnya di Lapas Kelas IIA Pontianak. Dilakukan oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus saat safari ketiganya “Natalan Bersama Warga Binaan”, tanggal 30 Desember 2022. (Samuel Bjp)

Dalam homilinya saat ekaristi, Bapa Uskup mengambil contoh dari pengalaman kenalannya – seorang yang berada. Segala-galanya ada tersedia, namun saat terkena Covid-19 nyawanya tak tertolong.

“Ini tanda apa? Sekalipun kondisi serba ada, jika Tuhan berkehendak lain, maka kehendak-Nyalah yang akan terjadi,” ujarnya.

Saat Natal 2022 ini, ungkap uskup, warga binaan diajak menyadari, kebenaran hanya bisa didapatkan dan diperoleh dengan percaya.

Yakni, bahwa Tuhanlah yang berkuasa atas hidup manusia. Maka untuk mencapai kebenaran sejati itu seperti yang diteladankan oleh tiga raja dari Timur, maka umat harus berjalan bersama.

“Mari berjalan bersama mengatasi kesulitan. Jangan berjalan sendiri-sendiri,” tutup Uskup Agustinus.

Baca juga: Tangis Haru Bahagia, Mgr. Agustinus Agus Rayakan Natal di Lapas Perempuan Pontianak

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version