Home BERITA The Power of “Konjuk”

The Power of “Konjuk”

0

GIRISONTA – Kabupaten Semarang (Minggu, 17 Januari 2016). Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Stanislaus Girisonta meminta saya untuk berbicara tentang “The Power of Konjuk”. Begitulah mereka memberi tajuk. Konteksnya adalah persiapan menyambut Asean Youth Day (AYD) yang ditandai dengan Kirab (Prosesi) Salib AYD dari Paroki yang satu ke Paroki lain se-Keuskupan Agung Semarang. Kini Salib itu tiba dan berada di Paroki Girisonta. Kevin, salah satu dari panitia dan OMK Girisonta datang ke Ungaran meminta saya untuk menjadi narasumber dalam salah satu sesi mereka menyambut Kirab Salib AYD tersebut.

Maka jadilah, Minggu, pukul 09.30 WIB sesudah mempersembahkan Perayaan Ekaristi di Gereja Kristus Raja Ungaran, saya meluncur ke aula paroki yang terletak di samping Gereja Girisonta. Sejumlah OMK Paroki Girisonta sudah berkumpul di sana. Mereka penuh semangat terlibat.

Dalam sesi “talk show” dengan tema “The Power of Konjuk” itu, saya mulai berbicara. Teman-teman, bagiku “the power of Konjuk” is “the power of love”. Para pendengar langsung bereaksi dengan nada positif melalui gemuruh suara mereka. Mengapa?, lanjutku, oleh sebab “the power of Konjuk” tidak lain adalah “the power of Salib” dan salib adalah tanda kasih Allah yang paling agung dalam diri Yesus Kristus yang tersalib. Melalui salib-Nya, Yesus menyatakan kasih Allah kepada kita, yang mendamaikan dan mengasihi kita orang-orang berdosa ini dengan Bapa sendiri dan dengan Diri-Nya.

Selanjutnya kukatakan pula begini: Salib bukan sekadar membuat tanda salib. Kata “konjuk” dalam bahasa Jawa lengkapnya serangkaian dengan doa, “Konjuk ing Asma Dalem Hyang Rama, saha Hyang Putra, tuwin Hyang Roh Suci. Amin”. Kalimat doa ini merupakan terjemahan dari bahasa Latin, “In nomine Patris, et Filii, et Spiritus Sancti. Amen”. Dalam bahasa Indonesia terjemahan bisa bermacam-macam. Di masa lalu kita sering mendengar bahkan mengucapkan kalimatnya sebagai berikut, “Atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin” Di kemudian hari, terjemahannya mulai diganti menjadi dua pilihan, atau “Demi nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus, Amin” atau “Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.” Terjemahan bahasa Jawa “Konjuk” lebih dekat dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia “Demi…” Segala sesuatu kita lakukan dan persembahkan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus sebagai doa kita bersumber dari kekuatan salib Kristus.

Masih kukatakan lagi, “the power of Konjuk” adalah “the power of love” sebab dengan kekuatan salib, Allah telah mengasihi dan menyelamatkan kita. Salib menjadi jembatan kasih keselamatan antara manusia berdosa dengan Allah yang penuh kerahiman. Dan Allah tidak sedang bercanda saat mengorbankan Putra-Nya yang Tunggal dalam kematian-Nya di salib melainkan Allah sedang memberi kita rahmat yang mengagumkan. Lalu, kunyanyikan sebauh lagu, “Amazing Grace” dan peserta yang hadir mulai histeris penuh sukacita dalam tiupan saksofon bait pertama.

Dalam sesi dialog tanya jawab, kuterangkan pula kepada penanya tentang “the power of Konjuk” sebagai “the power of love” yang mengubah kehidupan Simon dari Kirene yang semula dipaksa memikul salib Yesus namun di kemudian hari, doa jalan salib kita mengatakan bahwa Simon dari Kirene dengan rela menolong Yesus. Perubahan itu terjadi karena “the power of Konjuk” yang bersumber pada kasih Kristus yang wafat dan bangkit sehingga mengubah paradigma salib dari sebagai kebodohan atau batu sandungan menjadi sebuah kemenangan.

Selain saya, bertindak sebagai narasumber lain adalah Sr. Christo AK, namun yang kuwartakan di sini adalah yang saya sampaikan semata. Suster Christo mengajak anak-anak menyanyi dan menari serta melengkapi talk show dengan pengalaman-pengalaman konkret bagaimana kita harus memikul salib dengan setia, agar merasakan “the power of Konjuk” dalam kehidupan.

Bravo OMK Girisonta. Semoga “the power of Konjuk” sungguh mengubah kehidupan kalian dan kehidupan kita!***

17 Jan 2016 - Berita - Pic 6

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version